Renungan Harian Anak KIDZ

Building a Divine Generation

Kelimpahan di Elim

 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

Kel 15:27

Bangsa Israel tidak pernah disuruh untuk berkemah di Mara yang penuh kepahitan. Mereka dituntun Tuhan melalui Mara namun menuju ke Elim dimana tersedia air dan kurma yang berlimpah. Di Elimlah mereka diminta berkemah dengan penuh damai.

Kidzters, bila kita sedang menghadapi kepahitan hidup, jangan berhenti disana dan terus menerus larut dalam kepahitan tersebut. Berjalanlah terus sampai kita menemukan keadaan hidup yang dipulihkan Tuhan. Jangan pernah putus asa dalam segala keadaan. Teruslah berjuang sampai Tuhan menolong kita menemukan Elim rohani. Semangat!

 

Doa: Tuhan, kuatkanlah aku menghadapi semua tantangan kehidupan ini sampai Tuhan mengubah keadaanku. Amin.

Iklan
Tinggalkan komentar »

Kesempatan Kedua

 “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Kel 15:26

Setelah bangsa Israel diuji, Tuhan memberikan ketetapan dan peraturan kepada mereka untuk ditaati. Tuhan kembali mengingatkan mereka untuk selalu mendengar suara Tuhan dan melakukan yang benar. Tuhan memberi kesempatan lagi bagi bangsa Israel untuk menunjukkan kesetiaan mereka pada Tuhan. Tuhan juga berjanji menjauhkan segala penyakit apapun dari mereka.

Bila Kidzters sudah bersungut sungut, ngomel, tidak bersyukur pada Tuhan – Tuhan tidak terus menerus menghukum kita. Dia memberikan kesempatan bagi kita untuk berubah. Dia mengingatkan kita untuk mentaati firmanNya dan Tuhan berjanji akan memberikan kesejahteraan bagi anak-anakNya yang mentaati Dia dalam sepanjang kehidupannya. Mau diberkati? Berbaliklah dari jalanmu yang jahat.

 

Doa: Tuhan, aku sudah berdosa padaMu. Terima kasih karena Engkau memberi kesempatan bagiku untuk berubah. Amin

Tinggalkan komentar »

Pahit Menjadi Manis

Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

Kel 15:25

Musa memilih sikap yang berbeda dari bangsa Israel. Musa juga tidak mengerti harus melakukan apa, namun Musa tetap percaya bahwa Tuhan selalu punya rencana yang baik. Musa berseru dalam doa kepada Tuhan. Tuhan melakukan mujizat lagi melalui sepotong kayu yang dapat mengubah air tersebut jadi manis sehingga bangsa Israel dapat minum dan dipuaskan dahaganya.

Kidzters, bila kita memiliki sikap hati yang salah dalam menghadapi masalah, maka hidup kita akan penuh dengan kepahitan. Pahit dengan hidup, pahit dengan orang lain, pahit dengan keadaan dsb.  Namun bila kita taat dan tetap percaya padaNya, maka Tuhan sanggup mengubahkan semua keadaan kita. Semua keadaan kita yang terasa pahit, bila kita percaya dan serahkan pada Tuhan, akan diubahkan menjadi manis. Percaya?

 

Doa: Tuhan, mari ubahkan keadaan hidupku yang pahit menjadi manis. Amin

Tinggalkan komentar »

Menyalahkan Keadaan, Menyalahkan Orang Lain

 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.

Kel 15:22-24

Sungguh berat perjalanan bangsa Israel. Setelah mengalami mujizat, mereka harus berjalan 3 hari tanpa air di padang gurun. Panas dan terik di siang hari pasti sangat mengganggu bila tanpa air. Ketika mereka bergembira karena menemukan air, ternyata airnya pahit dan tidak bisa diminum. Bangsa Israel memilih untuk bersungut-sungut karena keadaan dan menyalahkan Musa. Mereka tidak menyadari bahwa Tuhan sedang menguji mereka.

Kidzters, terkadang kita diperbolehkan Tuhan mengalami masalah yang sangat berat. Bahkan bukannya semakin selesai, masalah baru datang dan menambah beban baru, seperti “sudah jatuh ditimpa tangga pula”. Tidak perlu mencari kambing hitam. Tidak perlu menyalahkan orang lain ataupun keadaan. Percayakan saja pada Tuhan dan turuti kehendakNya, maka ujian itu tidak akan terasa terlalu berat. Tuhan tetap berjanji memberikan jalan keluar.

 

Doa: Roh Kudus, ajar aku tidak menyalahkan apa atau siapapun juga ketika masalah menimpaku, tapi menyerahkannya pada Tuhan. Amin

Tinggalkan komentar »

S.Y.U.K.U.R.

Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Kel 15:1-21

Bangsa Israel terbebas dari kejaran Firaun. Firaun dan tentaranya sudah mati di dalam Laut Teberau. Bangsa Israel bersukacita karena mereka telah melihat kuasa Tuhan nyata dalam kehidupan mereka. Mereka begitu mengucap syukur karena telah menyeberangi laut yang luas itu dan tidak satupun yang terluka. Mereka memuji Tuhan dipimpin oleh Miryam dengan memukul rebana sambil menari.

Kidzters, kita juga harus bersyukur atas segala sesuatu yang Tuhan telah perbuat di dalam hidup kita. Ketika Tuhan mengerjakan mujizat, bersyukurlah. Ketika Tuhan membantu dalam masalah, bersyukurlah. Ketika Tuhan mengingatkan dosa kita, bersyukurlah. Bahkan ketika Tuhan mengijinkan hal yang kelihatan buruk terjadi, tetaplah bersyukur. Menyanyilah bagi Tuhan dalam syukurmu selalu.

 

Doa: Aku mengucap syukur dan memuji-muji Engkau atas semua yang Tuhan perbuat dalam hidupku. Amin

Tinggalkan komentar »

Jalan Dimana Tidak Ada Jalan

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.  Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Kel 14:15-31

Bangsa Israel semakin terjepit. Di depan mereka ada lautan yang membentang, sedangkan di belakang mereka pasukan Firaun sedang mengejar. Tidak ada jalan lain. Mereka semua ketakutan. Musa berseru-seru kepada Tuhan dan Ia mendengarkan. DisuruhNya Musa mengulurkan tongkatnya dan air itupun terbelah dan menyisakan tanah kering di tengah untuk jalan Israel bisa menyeberang.

Kidzters, Tuhan menjanjikan jalan dimana tidak kelihatan jalan. Dia melakukan mujizat yang tidak terbayangkan bangsa Israel, dan Tuhan yang sama tetap sanggup melakukan mujizat dalam hidupmu untuk mengatasi semua masalahmu. Bila kita tidak dapat melihat jalan keluar tetaplah percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan mujizat ajaib dalam hidup kita, bahkan Dia sudah mengalahkan semuanya di bawah kayu salibNya. Tidak ada alasan untuk tidak percaya padaNya.

 

Doa: Bapa Yang Perkasa, terima kasih karena Engkau masih mengerjakan mujizat di dalam hidupku. Amin

Tinggalkan komentar »

Bersungut atau Berseru Pada Tuhan?

 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Kel 14:1-14

Ketika bangsa Israel sedang berkemah di tepi laut Teberau, Tuhan mengeraskan hati Firaun dan mulai mengejar mereka.  Tidak tanggung-tanggung, Firaun mengerahkan 600 kereta kuda beserta perwiranya dan banyak pasukan berkuda mengejar Israel. Ketika bangsa Israel melihat hal tersebut, mereka sangat ketakutan dan mulai berseru-seru sambil bersungut-sungut pada Tuhan. Namun Musa memilih tidak takut dan percaya pada Tuhan.

Kidzters, masalah pasti ada di dalam hidup kita. Yang membedakan adalah bagaimana kita memandang masalah. Apakah kita memandangnya sebagai hal yang berat dan tidak terselesaikan atau sesuatu yang pasti Tuhan sanggup selesaikan bagi kita. Bersikaplah seperti Musa.

 

Doa: Tuhan, aku tahu Engkau sanggup menyelesaikan semua masalahku. Aku berserah padaMu. Amin.

Tinggalkan komentar »

Tiang Awan dan Tiang Api

TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.

Kel 13:21

Ketika bangsa Israel dipimpin Tuhan ke padang gurun, Tuhan tidak meninggalkan mereka. Tuhan tahu bahwa padang gurun adalah tempat dengan cuaca ekstrim. Siang hari sangat panas, dan malam hari sangat dingin. Oleh karena itu Tuhan memimpin mereka melalui tiang awan di siang hari untuk menyejukkan mereka dari sinar matahari yang terik dan melalui tiang api di malam hari untuk menghangatkan mereka dari udara malam serta memberi penerangan.

Kidzters, Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Dia memberikan hal yang terbaik tersebut pada waktu yang tepat pula. Dia selalu mengerti apa kebutuhan kita setiap hari. Dia menuntun langkah kita tanpa pernah meninggalkan kita. Percayakan hidupmu pada penyertaan Tuhan.

 

Doa: Bapa, aku tahu bahwa Engkau selalu memikirkan dan memberikan yang terbaik buatku. Amin

Tinggalkan komentar »

Hidup Di Padang Gurun! H.E.L.P.

 Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.” Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.

Kel 13:17-18

Bangsa Israel dituntun Tuhan untuk berjalan melalui padang gurun. Padang gurun adalah tempat yang sangat tidak menyenangkan. Mereka bukan tersesat, tapi memang dibawa Tuhan ke sana. Sebenarnya ada jalan yang jauh lebih cepat untuk mencapai Kanaan yang mungkin dapat ditempuh dalam beberapa hari, namun mereka harus berjalan 40 tahun lamanya. Tuhan ingin melihat ketaatan dan kesetiaan bangsa Israel. Dia menguji mereka.

Kidzters, adakalanya Tuhan membawa kita kepada situasi dan keadaan yang tidak menyenangkan. Bukan karena Dia benci dan ingin menghukum kita, tetapi Dia ingin melihat ketaatan kita. Dia ingin kita berbuat seperti yang diinginkanNya dengan percaya bahwa semua yang dilakukanNya adalah baik dan tuntunanNya sempurna.

 

Doa: Bapa, aku ingin belajar taat mengikuti semua yang Engkau telah rencanakan bagiku. Amin

Tinggalkan komentar »

Keluar Dari Mesir

 Lalu bangunlah Firaun pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian. Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun, katanya: “Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik kamu maupun orang Israel; pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, seperti katamu itu.

Kel 12:30-31

 

Bangsa Israel yang telah berada selama ratusan tahun di Tanah Mesir, berseru-seru kepada Tuhan karena penindasan yang mereka alami. Tuhan tidak tinggal diam. Dia mendengarkan dan mengutus Musa dan Harun untuk membebaskan bangsa Israel  melalui 10 tulah yang menimpa orang Mesir.  Akhirnya Firaun memerintahkan mereka untuk keluar dari tanah Mesir.

Kidzters, kita tahu bahwa bukan Musa dan Harun yg membuat bangsa Israel keluar, tapi itu semua adalah pekerjaan Tuhan. Ketika kita berseru-seru kepada Tuhan, maka Tuhan akan bertindak untuk membantu kita. Ketika Tuhan bekerja, maka kita akan melihat betapa luar biasa kuasaNya. Jangan pernah berhenti berdoa.

 

Doa: Tuhan, di tengah banyaknya masalahku, aku percaya Engkau sanggup membantuku. Amin.

Tinggalkan komentar »

Menantikan Tuhan

Orang yang menantikan Tuhan ‘kan dikuatkan
Seumpama burung rajawali
Mereka lari dan tak letih, mereka jalan tak lelah
Ajarku untuk menanti

Ajarku ooh Tuhan bertekun menanti
Sampai tiba waktunya Kau jawab doaku
Ajarku tak berharap pada manusia
Melainkan tunggu jawaban dariMu

Tinggalkan komentar »

Jangan Tertipu! Lawan Saja!

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
I Petrus 5:8

Si iblis tidak pernah senang bila anak Tuhan hidup dengan te-nang. Dia selalu mencari cara untuk menjerat kita agar jatuh ke dalam dosa, seperti singa yang kelaparan yang siap menerkam. Namun seribgkali dia tidak terang terangan menyerang tapi da-lam rupa tipuan agar kita lengah dan mengikuti dia. Teruslah ber-sandar pada Tuhan, Kidzters,dan lakukan semua hal untuk memu-liakan Tuhan. Ujilah dirimu dan semua hal yang kamu perbuat.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah dalam segala sesuatu aku berjaga-jaga terhadap tipu daya iblis. Lindungilah aku. Amin

Tinggalkan komentar »

Tipu Daya Iblis: Musik

Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
Mazmur 145:21

Jreng, jreeeeng… Mendengar musik sangat menyenang-kan dan dapat mengubah suasana hati. Lagu yang baik dapat menyejukkan hati kita yang sedang stress. Namun lagu lain-nya juga dapat membuat kita berubah menjadi kasar dan suka berbicara tidak sopan. Mendengarkan musik sebaiknya disesuaikan dengan umur kita.

Bagi Kidzters adalah lebih baik mendengarkan lagu anak-anak atau rohani, bukan lagu dewasa atau lagu-lagu cinta yang tidak dimengerti artinya. Ketika mendengarkan lagu, pahami maksud lagu tersebut. Bila kita tidak mengerti, lebih baik tidak usah didengarkan. Bila kita mengerti, tapi isi lagunya tidak memuliakan Tuhan, juga tidak usah didengarkan. Iblis dapat menggunakannya untuk merusak kita. Isilah hati dan pikiran kita dengan mendengarkan lagu-lagu yang memberi dampak positif bagi kita. Dengan demikian pastinya itu tidak merugikan kita dan juga memuliakan nama Tuhan. Selamat mendengarkan lagu.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah segala lagu dan pujian yang kudengar memampukan aku untuk memuliakan namaMu. Dalam nama Yesus. Amin

Tinggalkan komentar »

Tipu Daya Iblis: Menyangkal

Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
Lukas 12:8-9

Apakah kita pernah malu untuk menunjukkan bahwa kita ada-lah murid Kristus? Mungkin ketika makan di restaurant kita malu berdoa sebelum makan. Mungkin malu membawa Alkitab, takut dicap sok suci. Mungkin malu bercerita tentang kebaikan Tuhan pada kita kepada orang lain. Berdoa bagi orang lain, berperilaku sopan di tengah orang yang kurang sopan, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, tidak berkata kotor, tidak berbohong dan banyak lagi.

Apakah kita malu untuk melakukannya karena takut teman kita atau lingkungan akan menjauhi kita? Iblis menipu kita dan berkata, “Berpura-pura saja di depan teman kita. Nanti kalo sudah sendi-rian, ya bertobat lagi”. Ingat, Tuhan mengatakan bila kita malu me-ngakui Dia, maka Diapun juga tidak akan mengakui kita sebagai anak. Mengerikan. Kidzters, tetaplah menjadi teladan dalam per-kataan dan perbuatan bagi teman dan lingkungan kita.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah aku selalu bangga menjadi anakMu dan menunjukkan kasihku padaMu di mana saja. Dalam namaMu. Amin.

Tinggalkan komentar »

Tipu Daya Iblis: Gadget Canggih

Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.
Keluaran 34:14

Barang yang satu ini hampir dimiliki oleh tiap orang. Mulai dari HP yang biasa sampai dengan yang paling canggih. Orang tidak bisa lagi dipisahkan dengan HP/ gadget yang mereka miliki. Disadari atau tidak menggunakan HP/ gadget yang kita punyai lebih menarik dibandingkan melakukan kegiatan lain. Apalagi kalau dilengkapi juga dengan fitur-fitur yang menarik, pasti asyik.

Keterikatan kita terhadap benda tersebut sering dipakai oleh iblis untuk menjerat kita dalam dosa. Hidup serasa membosankan bila tanpa HP. Konsentrasi belajar menjadi terpecah karena sebentar-sebentar melirik HP. Bahkan komunikasi di dalam keluarga menjadi berantakan karena semua sibuk dengan HP masing-masing. Bila HP/ gadget sudah menjadi nomor satu di dalam hidup, bahkan mungkin melebihi Tuhan, itu adalah berhala. Waspadalah, jangan sampai HP menjadi berhala hidup kita dan merusak hubungan dengan orang lain.

Doa: Tuhan Yesus, ampuni aku bila aku membiarkan HP dan gadget lainnya membawaku jauh dariMu. Dalam nama Yesus. Amin.

Tinggalkan komentar »

%d blogger menyukai ini: